(Al Jazeera)BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa CIA dan Departemen Luar Negeri AS tengah berkoordinasi terkait bentuk aktivitas AS di Venezuela, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Departemen Luar Negeri diperkirakan akan menjadi representasi diplomatik jangka panjang AS di negara itu. Sebelum pembukaan resmi kedutaan, pemerintahan Presiden Donald Trump kemungkinan akan mengandalkan kantor cabang CIA untuk memulai proses masuk kembali dan menjalin kontak informal dengan anggota dari berbagai faksi politik Venezuela. Dalam sidang di pengadilan New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan tersebut.