REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan terbuka kepada pihak mana pun yang memiliki keinginan untuk menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI), seiring rencana proses demutualisasi BEI. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan OJK bersama pemangku kepentingan terkait akan melakukan kajian terlebih dahulu secara kondusif dan proporsional terkait proses tersebut. Dalam proses demutualisasi, Inarno mengatakan akan terdapat perubahan dalam Undang-Undang (UU) dan Peraturan OJK (POJK) terkait, yang akan dilakukan secepatnya. "Kita terbuka, kalau sudah terjadi demutualisasi, tentu Danantara berkeinginan untuk masuk juga," ujar CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani. "Dengan percepatan demutualisasi, Danantara Indonesia bersikap terbuka sebagaimana praktik di berbagai negara di mana sovereign wealth fund menjadi bagian dari bursa," ujar Rosan.


Source:   Republika
January 30, 2026 12:14 UTC