REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia mengantisipasi kenaikan inflasi pangan bergejolak seiring potensi musim kemarau yang datang lebih dini. Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan, inflasi kelompok volatile food perlu menjadi perhatian serius. Kelompok volatile food merupakan komponen bahan pangan dengan harga yang mudah berfluktuasi dalam jangka pendek. Data menunjukkan, inflasi volatile food pada Februari 2026 mencapai 2,50 persen secara bulanan, berbalik dari deflasi 1,96 persen pada Januari. Bank Indonesia menilai, tekanan pada volatile food perlu diantisipasi melalui penguatan pasokan dan kelancaran distribusi.