Hal itu terjadi setelah penyusun indeks MSCI Inc menyoroti persoalan fundamental terkait kelayakan investasi yang berkaitan dengan free float, yakni jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan. Kondisi tersebut mendorong MSCI menghentikan sementara sejumlah perubahan indeks, termasuk penambahan saham. Jika persoalan transparansi tersebut tidak segera ditangani, Indonesia berpotensi mengalami penurunan bobot dalam MSCI Emerging Markets Index atau bahkan diturunkan ke kategori pasar frontier. Seiring dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan laba korporasi, pasar saham Malaysia diperkirakan berbalik mencatat arus masuk dana asing bersih pada 2026 setelah sebelumnya mengalami arus keluar. Malaysia mencatat arus keluar dana asing bersih sebesar 22,3 miliar ringgit sepanjang 2025.