Pemerintah bakal memperbanyak penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor pendek di bawah 1 tahun pada 2026. Menurut Josua, ada potensi penghematan jika imbal hasil tenor pendek lebih rendah daripada tenor panjang pada saat penerbitan, sehingga beban bunga awal bisa lebih ringan. “Semakin besar porsi tenor pendek, semakin sering pemerintah harus membayar kembali pokok dan menerbitkan ulang utang baru untuk menutup kebutuhan pembiayaan,” ucapnya. Koordinasi yang baik dengan pelaku pasar juga penting agar pasokan besar tenor pendek tidak mengganggu stabilitas likuiditas di sistem keuangan. "Sehingga memberikan fleksibilitas bagi Pemerintah untuk meningkatkan porsi penerbitan tenor pendek dengan tetap menjaga risiko pembiayaan pada level aman," ucapnya.