Kalau boleh meminjam judul film besutan sutradara Muhadkly Acho yang sekuel keduanya baru saja memecahkan rekor sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, Noel seperti itu, Agak Laen. Pendeknya, ia seolah ingin mencoba menggeser perkara korupsi personal menjadi narasi kriminalisasi politik.Mulai terkonfirmasi, kan, kenapa dia 'agak laen'? Publik tahu, dengan latar belakangnya sebagai aktivis, Noel ialah seorang orator ulung. Boleh saja saat jadi aktivis Noel ialah 'pemburu koruptor', tapi kini ia hanyalah 'pengekor koruptor'.Akan tetapi, apa pun yang keluar dari mulut Noel, itu hak dia. Barangkali Muhadkly Acho perlu juga pertimbangkan untuk mengajak Noel dalam proyek film Agak Laen 3.