REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Polemik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali mencuat menyusul beredarnya undangan Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 Masehi yang mencantumkan nama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Katib Syuriah PBNU, KH Ahmad Tajul Mafakhir (Gus Tajul) menegaskan, agenda tersebut belum mendapat persetujuan Rais Aam dan dinilai cacat secara prosedural. Dalam klarifikasinya, Gus Tajul menyatakan pencantuman nama Rais Aam PBNU dalam undangan yang beredar dilakukan tanpa seizin KH Miftachul Akhyar. Klarifikasi itu, kata dia, disampaikan atas izin langsung dari Rais Aam PBNU. "Menyikapi beredarnya undangan Peringatan Harlah NU ke-100 Masehi yang mencantumkan nama Rais Aam, melalui washilah postingan ini, dan atas seizin beliau, saya perlu menyampaikan klarifikasi bahwa agenda tersebut belum mendapatkan persetujuan dari Rais Aam," ucap Gus Tajul.


Source:   Republika
January 27, 2026 22:56 UTC