REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Kristen Ortodoks di Gaza akhirnya dapat merayakan Malam Natal Ortodoks Timur dengan doa pada Selasa (6/1) malam, untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun sejak perang melanda wilayah tersebut. Perayaan ini mengikuti Kalender Julian atau sering disebut Kalender Timur, yang digunakan oleh banyak gereja Ortodoks. Pohon Natal dinyalakan di halaman Gereja Ortodoks Yunani St. Porphyrius, salah satu gereja Kristen tertua di dunia yang dipercaya telah berdiri sejak abad ke-5. Natal diselenggarakan di sana karena gereja ini merupakan pusat spiritual utama bagi komunitas Ortodoks Yunani di Gaza sekaligus simbol ketahanan fisik dan iman yang telah bertahan melalui berbagai zaman. Bagi warga Gaza, perayaan Natal kali ini memiliki makna yang sangat dalam dan pahit.