REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Mantan Perdana Menteri Singapura yang kini menjabat sebagai Menteri Senior, Lee Hsien Loong, menyatakan pada Kamis bahwa tindakan Amerika Serikat di Venezuela menimbulkan kekhawatiran serius bagi negara-negara kecil, termasuk Singapura. Pada 4 Januari, Kementerian Luar Negeri Singapura mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan keprihatinan mendalam atas langkah AS di Venezuela. Pernyataan itu juga menekankan bahwa Singapura secara konsisten menolak tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional, serta berharap konflik di Venezuela dapat diselesaikan secara damai. “Konsekuensi jangka panjang dari tindakan AS di Venezuela terhadap sistem internasional adalah hal yang perlu kita waspadai. Lee menegaskan bahwa Singapura menolak intervensi militer ke negara lain karena bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam PBB.