JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) kembali memicu perdebatan publik dengan keputusan kontroversialnya untuk tetap menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan. Ambisi pemerintah untuk mengejar target perbaikan gizi ini dinilai "salah kaprah" karena menabrak realitas di lapangan dan berpotensi merugikan keuangan negara dalam jumlah masif. Di saat mayoritas siswa sekolah negeri menjalankan ibadah puasa, BGN justru sibuk merancang skema distribusi makanan yang dinilai banyak pihak sebagai langkah pemaksaan birokrasi yang kaku. Tanpa fasilitas pendingin yang memadai di sekolah atau perjalanan pulang siswa, makanan tersebut berpotensi besar menjadi racun karena basi sebelum azan berkumandang. Skema pemberian makan di bulan puasa dinilai rawan penyelewengan dan mubazir.