Bahlil menjelaskan, proyek baterai EV terintegrasi mencakup rantai industri mulai dari pertambangan, smelter, high pressure acid leaching (HPAL), precursor, katoda, hingga battery cell dan fasilitas daur ulang. Bahlil juga mengaitkan pengembangan baterai EV terintegrasi dengan agenda ketahanan energi nasional. “Cara kita adalah bagaimana mengonversi motor menjadi motor listrik, mobil menjadi mobil listrik. Tapi kalau motor listrik dan mobil listrik baterainya masih dari luar, itu podo wae,” tutur Menteri ESDM. Proyek baterai EV terintegrasi akan dibangun di dua wilayah utama.


Source:   Republika
January 31, 2026 09:50 UTC