Pasalnya Child grooming merupakan sesuatu yang tabu bila terjadi di Indonesia. Ayah dari seorang Aurelie Moeremans sempat melaporkan tindak kekerasan yang dialami putri tercintanya pada lembaga perlindungan anak, namun tak bersambut. Aurelie sebagai penyintas child grooming, juga mengaku menyesal telah bersuara kala melapor di umurnya yang masih remaja. Tingginya angka korban kasus kekerasan anak dan child grooming sangat meresahkan. Pasalnya akar masalah kasus kekerasan anak dan child grooming ada pada paradigma sistem yang tengah kita emban yakni sekularisme dan liberalisme.