REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Deniey Adi Purwanto mengatakan penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memunculkan kekhawatiran di kalangan investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Deniey juga menyinggung ekspektasi sikap kebijakan moneter imbas penunjukan Thomas. Ia menyebut gubernur bank sentral sangat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter seperti suku bunga, intervensi valuta asing, dan manajemen cadangan. Deniey menantikan perubahan Dewan Gubernur BI terhadap kapasitas intervensi nilai tukar, pengelolaan cadangan devisa, dan perekonomian secara umum. Ia menyebut selama ini skema kebijakan BI dalam berkoordinasi dan sinkronisasi kebijakan antara moneter, fiskal, dan pasar keuangan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap mengedepankan independensi.


Source:   Republika
January 27, 2026 15:44 UTC