REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI periode 2015-2017 Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengkritik pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di ruang Komisi III DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2025). Listyo menolak wacana Polri di bawah kementerian, dan memilih mundur menjadi petani jika institusinya tidak lagi berada di bawah presiden. Gatot menilai, pernyataan Listyo yang akan mempertahankan posisi institusinya sampai titik darah penghabisan, merupakan sebuah ancaman. "Itu yang disampaikan Kapolri itu bahasa konflik, bahasa tekanan kekuasaan, bahasa intimidasi. Ini puncak dari tiga kali pembangkangan kebjakan terhadap negara oleh Kapolri," kata Gatot dalam video viral dikutip Republika di Jakarta, Jumat (30/1/2025).