REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah resmi menerbitkan instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) perdana tahun ini, yakni seri ORI029 dengan target indikatif awal senilai Rp 25 triliun. ORI029 ditawarkan dalam dua tenor, yakni tenor tiga tahun (ORI029T3) dan tenor enam tahun (ORI029T6). Terkait tanggal jatuh tempo, ORI029T3 ditetapkan pada 15 Februari 2029, sedangkan ORI029T6 jatuh pada 15 Februari 2032. Pembayaran kupon dilaksanakan pada tanggal 15 setiap bulan dengan pembayaran kupon pertama kali pada 15 April 2026. ORI029 memiliki masa holding period selama satu kali pembayaran kupon, sehingga SBN ritel ini baru bisa diperdagangkan kembali mulai 16 April 2026.