Lukman menyampaikan lokasi tersebut berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, serta berdekatan dengan posko Basarnas terdekat. Pada pukul 07.46 WITA, tim berhasil mengidentifikasi secara visual serpihan pesawat berupa jendela yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan. Selang tiga menit kemudian, tepatnya pada pukul 07.49 WITA, ditemukan serpihan berukuran besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya. "Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan pada tahap ini belum berada dalam posisi untuk menyimpulkan penyebab kejadian," ucap Lukman. "Pada tahap ini, belum dapat ditarik kesimpulan mengenai faktor penyebab kejadian dan kondisi cuaca merupakan salah satu aspek yang akan dianalisis lebih lanjut dalam proses investigasi oleh KNKT," kata Lukman.


Source:   Republika
January 19, 2026 03:49 UTC