''Mereka seperti diminta belajar dari buku yang jatuh dari langit begitu saja,'' kata Du Sautoy. Sebab, saat menulis buku matematika populer untuk pertama kali, Du Sautoy juga mendapat kritik dari editornya yang seorang sejarawan, betapa tulisannya terlalu melompat-lompat dan 'kering' hikmah sejarah. Dari penelaahannya, Du Sautoy yakin bahwa kisah matematika bermula dari pemungutan pajak di era peradaban Mesir Kuno dan Babylonia Kuno. Satu hal yang mengejutkan Du Sautoy adalah rentang sejarah mate matika yang asalnya dari Timur di mana penyumbangnya adalah Muslim, Cina, dan India. Menurut Du Sautoy, "Kisah Matema tika" layak dirayakan karena membuat hidup manusia lebih menarik.
Source: Republika August 21, 2017 16:41 UTC