REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA - Sedikitnya 16 staf Kedutaan Besar AS di Kuba menderita gejala kehilangan pendengaran secara mendadak, pada Kamis (24/8). Gejala ini kemungkinan disebabkan oleh serangan akustik yang menargetkan Kedutaan Besar AS di Kuba. Juru bicara Kedutaan Besar AS di Kuba Heather Nauert mengatakan beberapa anggota staf memerlukan perawatan setelah mengalami gejala kehilangan pendengaran. Korban, yang beberapa di antaranya telah ditarik dari Kuba, telah dirawat di AS. Saat ini penyelidikan yang dilakukan Amerika, Kanada, dan Kuba, difokuskan di sekitar tempat tinggal para diplomat di Havana.
Source: Republika August 25, 2017 01:07 UTC