Tiga tulisan dari tiga perspektif berbeda, dari Ankara, London, hingga Moskow, membentangkan lanskap geopolitik yang sama, tetapi dengan sudut pandang yang nyaris saling berseberangan. Aydin Unal, dalam tulisannya di media Turki, memotret dunia dari sudut pandang ancaman yang mengendap dan terus berulang. Ia tidak melihat konflik Iran sebagai peristiwa tunggal, melainkan bagian dari pola panjang intervensi terhadap negara-negara yang mencoba berdiri mandiri. Mereka menyerang Iran sekali, tetapi mereka menyerang Turki berulang kali,” tulisnya. Ia menilai perang terhadap Iran lebih banyak digerakkan oleh intuisi politik ketimbang kalkulasi strategis yang matang.
Source: Republika March 31, 2026 02:04 UTC