Seperti halnya beberapa perusahaan dirgantara yang mengembangkan teknologi untuk memperbaiki, memodifikasi aau mengisi bahan bakar satelit, beberapa produsen satelit mencari solusi pelengkap. Mereka membuat perangkat lunak mirip smartphone dengan daya komputasi lebih besar yang mampu menerima pembaruan dalam hitungan menit, bukan berhari-hari atau sampai mingguan. Baca juga: 5 Fakta Satelit Nusantara Satu yang Siap Beri Akses Internet 25.000 DesaPerangkat lunak SmarSat nantinya akan dipasang di tumpangan satelit mini yang disebut cubesets. Kami ingin satelit masa depan dapat beroperasi secanggih smartphone yang mengirim kabar dengan cepat," kata Maria Demaree dari Lockheed Martin. Baca juga: Video: Detik-detik Peluncuran Satelit Nusantara Satu ke OrbitMengapa organisasi kedirgantaraan tidak menerapkan teknologi seperti ini sebelumnya?
Source: Kompas March 21, 2019 05:48 UTC