JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka investigasi praktik perdagangan terhadap 16 negara, termasuk Indonesia. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai investigasi tersebut tidak berarti Indonesia sedang “digocek” oleh pemerintah Amerika Serikat. Baca juga: AS dan China Gelar Pembicaraan Dagang Baru di Paris Jelang Trump Bertemu Xi JinpingJosua menjelaskan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR) pada 11 Maret 2026 memulai investigasi terhadap 16 mitra dagang. Meski demikian, investigasi tersebut belum otomatis berujung pada penerapan tarif tambahan. Baca juga: Trump Selidiki Praktik Dagang RI, Kesepakatan Tarif Resiprokal Tetap Jadi AcuanProses penyelidikan masih berlangsung sebelum USTR memutuskan apakah praktik perdagangan yang disorot perlu dikenakan tindakan balasan.
Source: Kompas March 16, 2026 07:33 UTC