REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Amerika Serikat (AS) harus membayar mahal perang yang mereka mulai terhadap Iran. Pejabat Pentagon mengungkapkan dalam pertemuan tertutup di Capitol Hill bahwa enam hari pertama perang yang dibantu Israel tersebut telah menelan biaya lebih dari 11,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 186 Triliun). Laporan yang disampaikan kepada komite Kongres menyebutkan, dalam dua hari pertama serangan, pemerintahan AS telah menghabiskan sekitar 5,6 miliar dolar AS khusus untuk amunisi. Mengingat tingginya biaya tersebut, Pentagon mengisyaratkan akan mulai beralih ke alternatif yang lebih murah, seperti perangkat Joint Direct Attack Munition (JDAM) yang memiliki sistem pemandu seharga 38 ribu dolar AS per unit. Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.
Source: Republika March 12, 2026 10:19 UTC