AS ingatkan risiko bagi perusahaan yang tetap berhubungan dengan XinjiangREPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan kepada perusahaan negaranya tentang risiko yang akan dihadapi dari hubungan perdagangan di provinsi Xinjiang, China, Rabu (1/7). Isi dari peringatan itu meminta perusahaan yang melakukan bisnis di Xinjiang atau dengan entitas yang menggunakan tenaga kerja Xinjiang menghadapi risiko reputasi, ekonomi, dan hukum dari pelanggaran hak asasi manusia termasuk kerja paksa, penahanan massal, dan sterilisasi paksa. Perlindungan Bea Cukai dan Perbatasan sebelumnya telah menahan pengiriman produk rambut dan aksesori yang berasal dari Xinjiang. "Produksi barang-barang ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang sangat serius," ujar Pejabat senior Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan, Brenda Smith. Duta Besar Cina untuk AS di Jenewa, Chen Xu, mengatakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia bahwa Beijing dengan tegas menolak tuduhan tidak berdasar terhadap China tentang masalah Hong Kong dan Xinjiang.
Source: Republika July 02, 2020 02:03 UTC