Di sisi lain, Iran dan sejumlah pengamat justru mempertanyakan capaian tersebut, terutama di tengah masih terganggunya jalur vital energi global, Selat Hormuz. Dalam pidato terbarunya, Trump menegaskan bahwa Iran “pada dasarnya bukan lagi ancaman” setelah kampanye militer selama lebih dari satu bulan. Ia bahkan mengklaim fasilitas nuklir Iran telah “hancur lebur” dan memperingatkan akan adanya serangan lanjutan jika Teheran mencoba memulihkan kapasitasnya. Gangguan di Selat Hormuz masih berlangsung, sementara Iran dinilai tetap memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan balasan, termasuk melalui rudal. Ia menyatakan bahwa masa depan Selat Hormuz tidak dapat ditentukan sepihak oleh kekuatan eksternal, melainkan menjadi kewenangan Iran bersama Oman sebagai negara pesisir.
Source: Republika April 02, 2026 06:14 UTC