ANTARATEMPO.CO, Jakarta - Ahli dari Laboratorium Bumi dan Antariksa Departemen Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia, Judhistira Aria Utama, menduga bunyi dentuman yang terjadi pada Sabtu dinihari kemarin berasal dari longsoran bawah tanah. Menurut dia, longsoran yang dipicu deformasi batuan yang melampaui batas elastisitas batuan akan disertai pelepasan energi yang terdengar sebagai suara dentuman. Sebab, tidak ada gempa kekuatan besar yang terjadi dan tidak terdapat laporan suara dentuman dari pengamatan Anak Krakatau atau gunung api yang sedang erupsi. "Bila diasumsikan sumber dentuman dari peristiwa atmosferik, faktanya tidak ada yang melihat benda terbang yang sedang bergerak dengan kecepatan suara. Dengan informasi yang terbatas itu, Yudhistira menduga sumber dentuman berasal dari longsoran bawah tanah.
Source: Koran Tempo April 11, 2020 23:26 UTC