“Sudah sebulan ini, air dari Palyja tidak lagi mengalir ke wilayah RT 03, 04, 05, dan 07 di RW 03 Kampung Luar Batang. Dia menuturkan, kesulitan memperoleh air bersih dari Palyja sudah dialami warga Luar Batang sejak lama. Namun, faktanya, sampai hari ini warga Luar Batang masih saja kesulitan mendapatkan air bersih untuk sekadar keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Menurut dia, saat ini air bersih seakan sudah menjadi barang langka bagi masyarakat di sana. Fuadi pun tidak habis pikir mengapa warga Luar Batang kini begitu dipersulit untuk memperoleh akses air bersih.
Source: Republika October 25, 2016 01:30 UTC