Akibat "Shutdown", Maskapai Delta Air Merugi US$ 25 Juta[WASHINGTON] Maskapai penerbangan asal Amerika Serikat (AS), Delta Air Lines dilaporkan menderita kerugian hingga US$ 25 juta atau sekitar Rp 350 miliar, akibat dampak penutupan pemerintahan AS. "Penutupan sebagian pemerintahan AS akan membebani pendapatan Delta Air Lines sekitar US$ 25 juta bulan ini, karena semakin sedikit kontraktor dan karyawan pemerintah yang melakukan perjalanan," kata Direktur Utama Delta Air Lines, Ed Bastian, Selasa (15/1). Edmengungkapkan, pada triwulan akhir 2018, Delta membukukan pendapatan sebesar US$ 10,74 miliar atau sekitar Rp 150,360 triliun, naik 5% dari periode yang sama Tahun 2017. "Tapi seiring penutupan pemerintahan yang belum jelas kapan berakhir, pendapatan kami di bulan Januari 2019 menurun drastis bahkan merugi sekitar US$ 25 juta," ujar Bastian. Ed menjelaskan, penutupan operasional pemerintahan AS juga menyebabkan Delta menunda memperkenalkan jet dan rute baru karena mereka membutuhkan pejabat federal untuk menandatangani rencana itu.
Source: Suara Pembaruan January 17, 2019 02:48 UTC