REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia, mengecam ledakan bom molotov terjadi di depan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda. Menurutnya, siapa pun pelakunya dan apa pun agamanya, senyatanya aksi tersebut sama sekali tidak merefleksikan nilai-nilai keagamaan. Apalagi, kata Reza, yang menjadi korban dari aksi teror tersebut didominasi oleh anak-anak. Seperti diketahui, ledakan bom molotov terjadi di depan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad (13/11). Ledakan bom molotov tersebut melukai lima orang yang empat orang diantaranya adalah anak-anak.
Source: Republika November 14, 2016 02:15 UTC