Meski tak menjadi penentu kelulusan siswa, sebagian siswa masih merasakan bahwa UN dinilai tidak menggembirakan. Kita ingin menghadirkan pendidikan yang menggembirakan, mencerahkan, dan memajukan," kata Dahnil di Kantor Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (18/3). (Salman Toyibi/Jawa Pos)Selain alasan tersebut, praktik pelaksanaan UN sekolah dinilai sering diwarnai kecurangan para peserta didik. Karena itu, UN harus kita hapus untuk menghilangkan demonstrasi ketidakjujuran yang massal. Karenanya, kata dia, penghapusan UN dinilai sangat relevan.
Source: Jawa Pos March 18, 2019 15:11 UTC