REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Himpunan Alumni Amerika Serikat di Indonesia (Alumnas) memprediksi kebijakan proteksionisme dan pengetatan imigrasi yang akan diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump tidak akan mengancam mahasiswa asing yang belajar di negara tersebut. Dalam sebuah diskusi berjudul "Trump Presidency and Its Impact to Indonesia" yang diselenggarakan Ikatan Alumni Program Habibie di Jakarta, Sabtu, Sekretaris Jenderal Alumnas Jimmy M Rifai Gani menyebut langkah proteksi Trump akan lebih fokus terhadap tenaga kerja asing dan perdagangan luar negeri. "Soal mahasiswa asing tidak terancam karena kontribusi siswa asing terhadap perekonomian AS cukup tinggi," ujar Jimmy. Jika rata-rata setiap pelajar membayar uang sekolah sekitar 25 ribu dolar AS, kata Jimmy, maka pelajar asing memberikan kontribusi sebesar 25 miliar dolar AS. Sementara, menurut laporan Open Doors yang diterbitkan Institute of International Education (IIE), saat ini terdapat 8.728 pelajar Indonesia yang menempuh studi di AS atau meningkat 26 persen sejak 2010.
Source: Republika January 22, 2017 00:18 UTC