AGM-183A bakal menjadi senjata hipersonik pertama - atau Air-launched Rapid Response Weapon (ARRW) - di gudang senjata AS. Desain rudal hipersonik, termasuk yang satu ini, biasanya melibatkan dua tahap. Seperti yang dilaporkan Live Science sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin pertama kali mengumumkan program senjata hipersonik negaranya sendiri pada tahun 2018, menjanjikan senjata hipersonik negara itu akan mencapai Mach 20. Jadi tidak jelas mengapa rudal hipersonik diperlukan untuk menyerang negara lain. Bahaya senjata hipersonik, kata Podvig, adalah bahwa senjata itu tidak tercakup dalam perjanjian yang ada yang dirancang untuk mencegah perlombaan senjata.
Source: Koran Tempo March 13, 2021 04:41 UTC