REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di sebuah lapangan sekolah yang sederhana di Kota Tangerang, tawa anak-anak terdengar lebih nyaring dari biasanya. Di sana, permainan tradisional kembali menemukan rumahnya. Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Tangerang, Banten menilai permainan tradisional di sekolah bisa menjadi aktivitas alternatif untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif ketergantungan media sosial. Di tengah upaya itu, permainan tradisional hadir bukan sekadar sebagai nostalgia, melainkan sebagai ruang baru yang penuh energi. Dengan target sederhana dari kaleng atau buah jatuh, anak-anak saling berlomba menunjukkan ketepatan.
Source: Republika April 12, 2026 10:13 UTC