Jakarta, Beritasatu.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) masih dihadapkan masalah klasik, yaitu angka kelahiran perempuan usia subur yang belum terkendali sesuai harapan. Sempat turun, kini BKKBN galau karena total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran total meningkat kembali. Hal ini disampaikan Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal, usai acara pembukaan rakernas program Banggakencana di Kantor Pusat BKKBN, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Tetapi sekarang angka ini kembali naik menjadi 2,45, yang menandakan rata-rata perempuan usia subur di Indonesia memiliki anak lebih dari 2 orang. Menurut Nofrijal, angka kelahiran yang tidak terkendali akan berdampak langsung terhadap masalah lainnya, seperti angka kematian ibu tinggi, balita kerdil (stunting), kemiskinan, kualitas sumber daya manusia Indonesia hingga daya saing yang rendah.
Source: Suara Pembaruan February 11, 2020 16:18 UTC