REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Mahasiswa Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Afis Sabi Masrury berhasil mengembangkan aplikasi untuk mempermudah nelayan mendeteksi dan memanggil ikan di kedalaman laut 100 meter. Afis menjelaskan yang melatarbelakangi dibuatnya aplikasi ini karena banyak nelayan yang telah menggunakan telepon genggam pintar berbasis android, sehingga nelayan akan mudah menjangkau dan menggunakannya. Pertama grafik permukaan dasar air, kedua kontrol kamera, dan kontrol frekuensi pemanggil ikan yang menggunakan sensor sonar dan buzer 5 volt dan bisa memanggil ikan maksimal hingga 30 meter. Dengan sendirinya alat ini bisa mendeteksi keberadaan ikan di lokasi nelayan yang sedang berhenti," ujarnya. Sementara itu sonar sensor berguna untuk memanggil ikan, sehingga teknologi ini dapat membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan.
Source: Republika February 01, 2017 01:00 UTC