© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO fotoTEMPO.CO, Jakarta - Apple menghadapi gugatan privasi perwakilan kelompok (class action) setelah ditemukan adanya praktik pengumpulan data analitik dari pengguna iPhone bahkan setelah mereka menolak memberi izin. Berdasarkan hasil temuan peneliti keamanan Tommy Mysk, Apple mengumpulkan data dari iPhone pengguna dengan atau tanpa persetujuan pemiliknya. Setiap kali pengguna mengatur iPhone baru, pada perangkat akan ditanya apakah pengguna menyetujui atau tidak Apple mengumpulkan data analitik. Namun, Mysk menemukan bahwa aplikasi Apple tetap mengumpulkan dan mengirimkan data ini terlepas dari adanya pengaturan ini. Gugatan Class ActionGugatan class action dengan cepat diajukan di California, dengan alasan bahwa jaminan privasi yang dinyata Apple hanyalah ilusi.
Source: Koran Tempo January 20, 2023 21:00 UTC