Namun, pada Rabu (6/12) waktu setempat, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Cengiz mengatakan, kritik keras dilontarkan Presiden Turki Tayyip Erdogan yang menyebut Yerusalem sebagai "garis merah bagi umat Islam." Menurut dia, ibukota Turki, Ankara percaya Yerusalem Timur harus jadi ibukota Palestina sebagai solusi dua negara berkonflik itu. Setelah ratifikasi keputusan itu, Turki menutup konsulatnya di Yerusalem. Yerusalem dan sejarah 9 DesemberIlmuwan Timur Tengah terkemuka Fred Halliday pernah mengatakan, sejarah diperlukan untuk menjelaskan mengapa negara bertindak seperti itu.
Source: Republika December 09, 2017 07:30 UTC