Namun, greenwashing ternyata bukan sekadar tren, tetapi juga strategi komunikasi oleh beberapa oknum untuk membangun kesan positif "pecinta alam". Wana Yasa Kahuripan Indonesia (WYKI), anak perusahaan Makin Group, di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Sialnya, greenwashing selalu menjadi cara untuk mengaburkan masalah fundamental, terlebih akses struktural-regulatif hingga politik-ekonomi yang membuat perusahaan jauh lebih terlindungi, sehingga keluhan masyarakat nampak seperti gangguan kecil. Greenwashing Libas Hak Asasi Manusia (HAM)Istilah greenwashing pertama kali muncul dalam esai yang ditulis Jay Westerveld, aktivis lingkungan, di tahun 1986. Adapun terkait sertifikat ISPO, bisa saja sedang dalam proses pembuatan.
Source: Jawa Pos March 09, 2026 09:07 UTC