Di ujung telepon, remaja tersebut mengaku sebagai anak Tegar dan tengah menghadapi musibah. Opo kowe ngedot?’’ ucap Tegar yang disambut umpatan khas Surabaya. Pria 33 tahun itu merasa beruntung karena kondisi yang disampaikan penelepon gelap tersebut tidak sesuai dengan keluarganya. Tegar tidak membayangkan jika kondisinya sama dengan sebenarnya. Warga Jambangan itu menyatakan nyaris menjadi korban penipuan dari penelepon gelap.
Source: Jawa Pos August 28, 2016 12:33 UTC