Dari beberapa subvarian itu beberapa penelitian menunjukkan BA.2 juga dikenal sebagai varian siluman lebih menular daripada sub-garis keturunan asli. Namun tidak ada indikasi bahwa ada perubahan tingkat keparahan pada subvarian BA.2,” katanya. Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan potensi penyebaran subvarian BA.2 Omicron menjadi perhatian dunia. Ada dugaan, BA.2 semakin cepat menyebar dan membuat orang lebih mudah terinfeksi Covid-19 kembali atau reinfeksi. Menurut Dicky, WHO sudah memperingatkan bahwa berdasarkan hasil penelitian, karakter BA.2 kecepatannya 1,5 kali menyebar dan mendominasi.
Source: Jawa Pos February 16, 2022 03:50 UTC