REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah yang berbalik melemah dalam tiga hari terakhir diklaim Bank Indonesia karena berbagai sentimen ekonomi global. Sentimen tersebut dari mulai penangkapan pimpinan korporasi asal Cina, Huawei, hingga penjualan saham di bursa-bursa utama dunia. Respons dari Bank Sentral Cina yang melakukan depresiasi kurs yuan, sehingga hal ini yg membuat depresiasi kurs negara-negara berkembang," ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. "Kita lihat kenapa terjadi pelemahan kurs di 'emerging market' (negara berkembang) temasuk Indonesia. Baca juga, Pelemahan Rupiah Berlanjut.
Source: Republika December 07, 2018 15:33 UTC