Dengan ketahanan yang kuat tersebut, BI dan pemerintah menjadikan UMKM dan sektor ekonomi kreatif lainnya seperti pariwisata dapat menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi. Agus juga menginginkan andil ekspor dari UMKM dan sektor ekonomi kreatif dapat meningkat. Untuk kredit dan pembiayaan dari perbankan, sejak 2015 BI meminta perbankan untuk mencicil porsi penyaluran kredit UMKM setiap tahun bertambah lima persen hingga 20 persen pada 2018. Padahal pasar kredit UMKM masih sangat luas, karena baru 22 persen dari total 57,8 juta UMKM di Indonesia yang memiliki akses kredit ke perbankan. Alhasil pangsa kredit UMKM dari kredit perbankan hanya 19,7 persen dengan realisasi Rp827,3 triliun hingga triwulan II 2016.
Source: Koran Tempo August 26, 2016 11:03 UTC