TEMPO.CO, Yogyakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyampaikan soal bahaya penyebaran radikalisme dan terorisme melalui dunia maya di Akademi Angkatan Udara (AAU) di Yogyakarta, Rabu, 18 Oktober 2017. Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayor Jenderal Abdul Rahman Kadir, menjelaskan rekrutmen dan penyebaran radikalisme yang dulu dilakukan secara tertutup, yaitu melalui kekeluargaan, pertemanan, ketokohan, dan lembaga keagamaan. Selain itu, dia melanjutkan, jaringan teroris juga menggunakan social messenger, seperti WhatsApp, BlackBerry Messenger (BBM), LINE, dan telegram untuk membagikan informasi, propaganda, dan rekrutmen. "Itulah yang dikhawatirkan oleh banyak kalangan dan BNPT," ujarnya. Namun, dia menambahkan, kini sudah kembali ke rel yang benar dan mengungkapkan testimoni yang juga bermanfaat bagi penanggulangan terorisme.
Source: Koran Tempo October 18, 2017 15:56 UTC