Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) mengestimasi proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di Pantura Jawa akan menyedot anggaran hingga USD 100 miliar. Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, menyatakan bahwa pihaknya membuka diri terhadap berbagai sumber pendanaan, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta investasi dari pihak swasta. Secara konseptual, Giant Sea Wall akan membentang dari Kabupaten Serang, Banten, hingga Kabupaten Gresik di Jawa Timur. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pernah menyebut bahwa groundbreaking proyek Giant Sea Wall di wilayahnya akan dimulai pada September 2026. Memastikan pembangunan di Teluk Jakarta dan Kendal-Semarang-Demak tidak hanya berjalan beriringan, tetapi juga memikirkan kelanjutan program di kedua kawasan tersebut setelah Giant Sea Wall terbentuk.
Source: Koran Tempo February 23, 2026 17:37 UTC