REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Rencana pemerintah untuk membangun kereta api (KA) semicepat Jakarta-Surabaya mendapat tanggapan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ia menerangkan, jika memakai jalur kereta lama kelebihannya bisa menekan biaya investasi, tapi jalurnya tidak bisa dipakai kereta lambat. Karenanya BPPT mengusulkan ada penambahan satu lintasan lagi di samping jalur yang sudah ada. "Kalau memakai jalur yang sudah ada (existing) cukup Rp 85 triliun sudah bisa ada satu rel tambahan," ungkap Unggul. Jepang, lanjut Unggul, biasanya membangun jalur untuk kereta lambat dan kereta cepat secara terpisah.
Source: Republika December 08, 2017 09:22 UTC