JawaPos.com - Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang bisa dijadikan sebagai bahan baku obat herbal. Namun keragaman rempah-rempah itu tidak diikuti kemajuan teknologi yang memadai dan sumber daya manusia (SDM) berkompeten. “Teknologi pemrosesan masih kurang, padahal kita kaya akan rempah-rempah, memang kita masih ketinggalan dan bahan baku masih impor,” kata Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) Mahdi Jufri, Jumat (28/10/2016). Padahal perkembangan dunia farmasi tidak terlepas dari riset dan pembaruan ilmu. Mahdi mencontohkan sejumlah bahan ada di tanah air adalah garam farmasi dan infus untuk pasien.
Source: Jawa Pos October 28, 2016 13:20 UTC