REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia menyepakati kerja sama energi bersih dengan Korea Selatan di tengah lonjakan ketidakpastian global dan volatilitas harga energi. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi. “MSP (memorandum saling pengertian) ini penting sebagai fondasi bagi kedua belah pihak dalam mendorong transisi energi, khususnya energi bersih sesuai kemampuan negaranya masing-masing. Pemerintah juga menargetkan perluasan akses energi bersih hingga ke wilayah terpencil. “Termasuk juga dukungan bagi sistem energi terpadu di pulau-pulau mandiri energi supaya manfaat energi bersih bisa dirasakan lebih luas, termasuk di wilayah terpencil,” ujar Bahlil.
Source: Republika April 01, 2026 15:55 UTC