Jawapos.com, Surabaya - Tujuh anak terduga teroris yang menjadi korban dalam serangkaian ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo mendapat perawatan di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur (Jatim) di Surabaya. AIS, anak terduga teroris yang menyerang Mapolrestabes Surabaya misalnya. Susanto lantas mencoba berkomunikasi dengan anak terduga teroris lainnya. Ternyata, ada pola tertentu yang digunakan untuk berkomunikasi dengan para anak terduga teroris itu. Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi juga menemui tujuh anak terduga teroris tersebut.
Source: Jawa Pos May 17, 2018 08:26 UTC