JAKARTA, KOMPAS.com - Pemenuhan akses sanitasi layak yang notabene merupakan kebutuhan dasar masyarakat, memang menjadi kewajiban pemerintah. Di Banjarmasin, pemerintah kota (pemkot) turut membangun akses sanitasi melalui program sAIIG, yaitu program Hibah Infrastruktur Australia-lndonesia untuk sanitasi. Pada program ini, Banjarmasin menargetkan pembangunan akses sanitasi sebanyak 1.930 sambungan rumah (SR). Ibnu mengakui, program tersebut sangat membantu dari sisi pendanaan mengingat biaya konstruksi akses sanitasi di Banjarmasin cukup besar. Jika biaya di kota atau kabupaten lain berkisar Rp 3,5 juta-Rp 5 juta per sambungan rumah, di ibu kota Kalimantan Selatan ini pemasangan pipa sanitasi bisa mencapai Rp 12 juta.
Source: Kompas December 01, 2016 16:03 UTC