Tak tanggung-tanggung, garam kini hanya dihargai Rp 300 per kilogram. "Tentu kami sangat mengkhawatirkan dengan terus anjloknya harga garam," kata Toto, petambak garam di Desa Rawaurip, Kabupaten Cirebon. "Kalau sekarang Rp 300 per kilogramnya, mungkin saat panen raya, bisa hanya dihargai Rp 50 per kilogram," tuturnya. Robedi mengatakan, para petambak garam di daerahnya saat ini pun sudah memulai kembali masa panen garam 2019. Ketua Asosiasi Petani Garam (Apgasi) Jawa Barat, M Taufik, menjelaskan, kondisi garam petambak yang tak laku terjual dan harganya jatuh itu tersebar di daerah sentra garam di Jabar, yakni Cirebon dan Indramayu.
Source: Republika July 04, 2019 06:00 UTC