Oksarlidady mengatakan pembangkit listrik buatan anak negeri tersebut akan digunakan di pembangkit listrik GNA Novo Tempo Project yang memiliki kapasitas 1.300 MW. "Tahun ini Barata berniat meningkatkan nilai ekspor, termasuk untuk komponen pembangkit listrik dengan target nilai ekspor di angka 17 juta dolar AS," kata Oksarlidady. Selain komponen pembangkit listrik, Barata juga mengekspor komponen kereta api ke berbagai negara. Sebagai koordinator dalam program lokal konten pembangkit listrik, Barata berharap aset baru yang dimiliki di bidang pembangkit listrik tersebut dapat meningkatkan penjualan untuk pasar lokal dan internasional. Sebelum melakukan ekspor ke Brasil, Barata telah mengekspor komponen pembangkit listrik "blade ring" dan "combustion chamber" ke Kaohsiung, Taiwan pada medio Oktober 2018.
Source: Koran Tempo January 03, 2019 03:00 UTC